Yona Primadesi

Membaca, Menulis, dan Berkarya

Rumah Kreatif Naya

Membaca, Berkarya, Bercerita, Bermain Bersama Source: Rumah Kreatif Naya

18 September 2015 · Tinggalkan komentar

Free the Word (Dimuat pada Rubrik Wisata Bahasa Harian Pikiran Rakyat, 2015)

Free The Word Yona Primadesi[1]   Apakah sebenarnya yang dimaksud dengan free the word dalam konteks berbahasa? Pertanyaan tersebut muncul karena kerap dijadikan alibi oleh para pengguna media sosial terhadap … Baca lebih lanjut

18 September 2015 · Tinggalkan komentar

Puisi di Harian Media Indonesia, Minggu, 24 Mei 2015

Prabhasa  Aku tengah dimabuk cinta, Wasistha, ketika kau kutuk aku menjadi lumpur di dasar sungai. Nandini hanya gelang kaki bingkisan wasu untuk sejumput rekah di merah wajah penghias kekanakan; ditaburi … Baca lebih lanjut

18 September 2015 · Tinggalkan komentar

Puisi pada Harian Bali Post, 19 April 2015

Anak Dara Bagai kembang api yang dibariskan di rangkum rambutmu arakan yang menandu bau tungku dan abu. Sementara ruang pada ujung sangguluang menjuntai di punggung-punggung perempuan. Halaman di antara lampu-lampu … Baca lebih lanjut

18 September 2015 · Tinggalkan komentar

Puisi di Harian Indopos Jakarta, 28 Juni 2014

Kacamata Tak ada sesiapa hanya kaca dan mata sejoli yang saling jaga: lamur dan akurat. Dan aku si lamur yang uzur kadang pada jam aku mendengkur kata-kata merajuk ingin diterka … Baca lebih lanjut

18 September 2015 · Tinggalkan komentar