Yona Primadesi

Membaca, Menulis, dan Berkarya

Puisi di Harian Indopos Jakarta, 28 Juni 2014

Kacamata

Tak ada sesiapa

hanya kaca dan mata

sejoli yang saling jaga:

lamur dan akurat.

Dan aku si lamur yang uzur

kadang pada jam aku mendengkur

kata-kata merajuk ingin diterka

seperti petak-umpet yang jenaka.

Tentu aku suka permainan ini

keseksamaan yang sarat naluri

terlebih ketika nyaris pada premis

atau ganjil yang terus menggubris.

Dan si akurat yang kilat

dengan kejernihan yang minus

dari jauh maupun pendeknya radius

segenap yang membayang pun jadi pantas.

Selagi malam yang senyap kedap

berdua perlahan mencerap

meski sesekali tertegun

atau seketika membuncah.

Di antara celah-celah kalimat

dan noktah yang menyekat jeda

kerap mata dan kaca

melenggang kepayang.

Lalu ke mana lagi keingintahuan ini

bersinambung, atau direhatkan?

Depok, 2014

Menulis Amsal

 

Pada latar yang kosong

aku tulis amsal

cicak bunyi sekonyong

malam semakin lorong.

Ada seorang di celah tik tok

duduk bergumul asap

tatapannya yang bolong

menetesi sedan sepotong.

Aku menghimbau sekata

ia menghela sejumlah gema

aku perkecil sedikit sela

ia bergeser angka berikutnya.

Di ruang yang awang

ku rangkum ihwal sebelum

kucing sesekali mengeong

cicak tinggal bangkai sekonyong.

Tak ada duka selintas pun

hanya untaian bekas seluruh

malih rupa jadi kata

lalu bahasa lalu makna.

Depok, 2014.

Halte Merah

: Nermi Arya

 

Pukul empat sore.

Selembar berkas menyeduhkan ruang,

secangkir kopi di dalam tas punggung,

dan puisi, serta sekotak kunang-kunang

menuliskan alamat di punggung.

Masih lamakah pemberhentian itu?

Aku ingin duduk di halte berwarna merah

memandangi gadis kecil berponi

berjalan maju mundur dengan sepatu yang kelaparan.

Waktu mengetuk-ngetuk jendela, membuat asin leher

dengan pintu meruapkan bau terbakar.

Suara kereta membawaku pada aroma kamar

tertinggal di ujung rambut

membuat tanggal di seluruh gerbong.

Sementara kau tersenyum pada bantal

aku berjalan bersama kota

yang tak lagi punya mata.

Pasar Minggu, 2014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 18 September 2015 by in Perpustakaan.
%d blogger menyukai ini: