Yona Primadesi

Membaca, Menulis, dan Berkarya

Puisi-puisi di Harian Riau Pos, April 2015

Kacamata

Tak ada sesiapa

hanya kaca dan mata

sejoli yang saling jaga:

lamur dan akurat.

Dan aku si lamur yang uzur

kadang pada jam aku mendengkur

kata-kata merajuk ingin diterka

seperti petak-umpet yang jenaka.

Tentu aku suka permainan ini

keseksamaan yang sarat naluri

terlebih ketika nyaris pada premis

atau ganjil yang terus menggubris.

Dan si akurat yang kilat

dengan kejernihan yang minus

dari jauh maupun pendeknya radius

segenap yang membayang pun jadi pantas.

Selagi malam yang senyap kedap

berdua perlahan mencerap

meski sesekali tertegun

atau seketika membuncah.

Di antara celah-celah kalimat

dan noktah yang menyekat jeda

kerap mata dan kaca

melenggang kepayang.

Lalu ke mana lagi keingintahuan ini

bersinambung, atau direhatkan?

Depok, 2014

Menulis Amsal

Pada latar yang kosong

aku tulis amsal

cicak bunyi sekonyong

malam semakin lorong.

Ada seorang di celah tik tok

duduk bergumul asap

tatapannya yang bolong

menetesi sedan sepotong.

Aku menghimbau sekata

ia menghela sejumlah gema

aku perkecil sedikit sela

ia bergeser angka berikutnya.

Di ruang yang awang

ku rangkum ihwal sebelum

kucing sesekali mengeong

cicak tinggal bangkai sekonyong.

Tak ada duka selintas pun

hanya untaian bekas seluruh

malih rupa jadi kata

lalu bahasa lalu makna.

Padang, 2014.

Jantung Empat Musim

*

Betapa jauh bunga sekuntum milikku

bunga yang dibelenggu.

Dan tanganku selalu gentar

merangkum jantung di antara tepi.

Sebab jembatan lamur kelabu

seperti ribu serangga beriring

mengusung kelebat denyutku

mata, juga kening yang suntuk.

*

Sebentang rambutmu yang gersang

tilas gerimis dari jemariku

bukan lagi serinai sisir mengurai

pucuk nafas yang menghela usia.

Tapi genggam secoklat luruh ialah

nasib memiuh bagai sepucuk gunting.

*

Adakah dadaku selunak awan redup

dengan mata selicin porselen

yang begitu remeh tersedan

dan letih menggigil.

*

Kini hanya diam aku bersarang

dalam beku yang kekal.

Depok, 2014

Dan

Dan aku berjalan ke lampau itu.

Mungkin ada pintu membuka serangkum jari

yang melambaikan wajah.

(Ketika tak dipenuhinya panggilanku dan diburamkannya pandanganku)

Dan di telinga yang bertimbun bisik

masih bergandengan dalam cangkang

yang rubuh tubuhnya menyisakan lorong.

Seperti pada jarum yang dingin.

Dan aku adalah hantu yang terjerumus ke lobangnya.

Yang menjahit kembali semula waktu.

Depok, 2014

Babako 1

Bagai kembang api yang dibariskan

di rangkum rambutmu

arakan yang menandu bau tungku dan abu.

Sementara ruang pada ujung sangguluang

menjuntai di punggung-punggung perempuan.

Halaman di antara lampu-lampu

membias dalam rampai pantun

kata dan lantun yang pupuh.

Langkah kaki menjelang pintu

serupa talempong pacik

memainkan nada minimal

dan puput dari bibir si tukang dendang

bagi sepasang mata

memendam geletar persuaan

dari katiduran*.

Depok, 2014

Babako 2

Matahari rekah di ujung-ujung kuku;

bako yang menitip waktu

bagi silsilah bersama dedaun

luruh bagai tanda untuk menanam riwayat.

Ialah kecambah dari musim

lekat pada setiap tingkap

untuk memekarkan kuncup

dari benturan harum badan

atau parfum yang mengintip

dari balik pagar.

Perempuan asik memilah keringat

selepas menakzimkan panggilan

ruang adalah musim yang menggugurkan

Inai dari reranting basah

merangkai suntiang.

(Sudah gelap pula, mari taruh tandu di kepala)

dan matahari melengkung di dada

debar menunggu bersama iringan

membawa riuh sebuah riwayat.

Padang, 2014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 18 September 2015 by in Perpustakaan.
%d blogger menyukai ini: