Yona Primadesi

Membaca, Menulis, dan Berkarya

Dilematis Layanan Referensi di Perpustakaan Sekolah: Layakkah Ia dipertahankan?

Pengantar

Layanan Referensi di perpustakaan umum maupun perpustakaan perguruan tinggi barangkali bukan merupakan suatu istilah yang asing. Akan tetapi, bagaimana dengan layanan referensi di perpustakaan sekolah? Pertanyaan awal yang mungkin timbul yakni,  perpustakaan sekolah punya layanan referensi, ya?. Sangat ironis sekali, mengingat begitu pentingnya peranan sekolah dalam membentuk karakter penerus bangsa dan perpustakaan sekolah merupakan salah satu perangkat penting dalam proses pembentukan karakter tersebut. Jangankan layanan referensi di perpustakaan sekolah, layanan referensi, di perpustakaan umum maupun perpustakaan perguruan tinggi pun terkadang kurang terdengar gaungnya.

Masih sangat jarang ditemukan perpustakaan sekolah yang benar-benar memiliki sebuah layanan referensi. Kalaupun ada, biasanya masih sebatas koleksi referensi, bukan layanan referensi. Perpustakaan yang memiliki real reference services sebagian besar merupakan sekolah-sekolah milik swasta dengan anggaran yang cukup besar dan kebijakan yang mendukung untuk pengembangan perpustakaan. Masih sangat sulit ditemukan sekolah negeri (sekolah milik pemerintah) yang memiliki layanan referensi, bahkan sebuah perpustakaan yang layak sekalipun.

Jika dilihat lebih jauh, banyak hal yang melatarbelakangi tidak popular-nya layanan referensi di perpustakaan sekolah, terutama di Indonesia. Selain dikarenakan faktor keterbatasan bahkan ketiadaan perpustakaan sekolah itu sendiri, minimnya pengetahuan dan pemahaman tentang arti penting layanan referensi, sumber daya yang tidak memadai, serta kebijakan yang kurang mendukung menjadikan layanan referensi semakin tenggelam dan bahkan bisa dikatakan hampir punah pada sebuah perpustakaan sekolah. Sebuah pertanyaan yang cukup menggelitik, apakah layanan referensi di perpustakaan sekolah masih punya harapan dan masa depan?


Simpulan

Layanan referensi merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dari perpustakaan, termasuk perpustakaan sekolah. Meskipun keberadaan perpustakaan sekolah dan layanan referensi sering dipertanyakan, akan tetapi layanan referensi merupakan salah satu unsure penting dalam penunjang kegiatn belajar siswa, baik disekolah maupun diluar sekolah.

Usia sekolah merupakan masa dimana anak belajar dan ingin tahu banyak hal, oleh karena itu, layanan referensi di perpustakaan sekolah diharapakan mampu mengakomodasi keingintahuan anak dan kebutuhan anak akan informasi. Layanan referensi di perpustakaan sekolah berbeda sekali dengan layanan referensi pada peprustakaan umum maupun perpustakaan perguruan tinggi. Hal tersebut bisa dilihat dari jenis koleksi, sikap dan perilaku pustakawan dalam menjawab pertanyaan referensi, bimbingan pustakawan dalam membantu pemustaka untuk menemukan sumber informasi, maupun pendekatan dan follow-up yang dilakukan sehubungan dengan layanan referensi.

Agar layanan referensi bisa tetap eksis dan diberdayakan semaksimal mungkin di sebuah perpustakaan sekolah, perlu kerjasama yang solid antara setiap elemen sekolah. Kepala sekolah, guru, pustakawan, orang tua, dan siswa sangat berperan dalam menentukan keberadaan layanan referensi di perpustakaan sekolah pada masa-masa yang akan datang.

Daftar Pustaka

Anderson, Debbie dan Genit, Jasen. 1997. The Evolving Roles of Information         Professional in the Digital Age. www.educause.edu/ir/library/html      (diakses 5 April 2012)

Arndt, Theresa S. [200?]. Reference Service Without Desk. USA: Carlisle.

Bopp, Richard E dan Simth, Linda C. 2001. Reference and Information Services.   Englewood: Libraries Unlimited.

Bradigan, Pamela dan Powell, Carol A. 2004. “ The Reference and Information     Services Team: An Alternative Model for Managing Reference Services”.     Reference and User Quarterly. Vol.44, ed.2. hal 143-148             (www.proquest.com, diakses 5 April 2012).

Brian C, Vickery. 1987. Information Service in Theory and Practice. London: Butterworths

Brown, Anita. 2003. Reference Services for Children: Information Needs and Want in School Library. www.alia.aus. (diakses 5 April 2012).

Buckland, Micheal K. 1988. Library Services in Theory and Content, 2nd ed. London: Pergamon press.

Cassel, Kay Ann dan Hiremath, Uma. 2009. Reference and Information Service in             the 21th Century. London: Facet Publishing.

Chelton, Marry. 1999. “Structural and Theoretical Constraints on Reference           Services in a High School Media Centre”.Reference and User Quarterly,          Vol.38, ed. 3. hal 275-282. (www.proquest.com, diakses 5 April             2012)

Dadzie, Perpetua S. 2008. “Whither Reference Services? Views of Some Ghanian             Library School Students. Reference and Users Quarterly. Vol. 38, ed. 1.          Hal 15-19 (www.proquest.com, diakses 5 April 2012)

Duckett, Bob. 1997. “Reference Work in School Library” Teacher Librarian,         Vol.24, ed. 4. hal 142-149. (www.proquest.com, diakses 5 April             2012)

Duckett, Bob. 2002. “Reference and Information Services”. Library           Review, Vol.49, ed. 9. hal 454-460. (www.proquest.com, diakses 5 April             2012)

Duckett, Bob. 2004. “From Reference Library to Information Service”. Library     Review, Vol.53, ed. 5. hal 301-308. (www.proquest.com, diakses 5 April     2012)

Frank, Donald G. 1999. “The Changing Nature of Reference and Information        Services: Prediction and Realities”. Reference and User Quarterly, Vol.39,     ed.2. hal 151-157. (www.proquest.com, diakses 5 April 2012)

Henley, Caroline. 2004. “Digital Reference Service for Young Library Users”.       Library Review, Vol.53, ed.1. hal 30-36. (www.proquest.com, diakses 5           April 2012)

Ikhsanudin. April, 2010. Organisasi Perpustakaan Sekolah.                         www.ikhsanudin.blogspot.com. (diakses 5 April 2012).

Katz, William A. 1987. Introduction to Reference Work.Vol. 1.: Basic Information Source. Newyork: McGraw-Hill

Labcester, F.W. dan Sandore, Beth. 1997. Technology and Management in            Library and Information Services. Illinois: Graduate of Library and        Information Science, University of Illinois.

Loertscher, David. 2002. “ Digital and Elastic Collection in School Libraries”.       Reference and User Services Quarterly, Vol. 21, ed. 4. Hal 210-214           (www.proquest.com, diakses 5 April 2012

Sobel, Karen. 2009. “Promoting Library Reference Services to First Year”.             Reference and Users Quarterly, Vol48, ed.4. hal 362-371.       (www.proquest.com, diakses 5 April 2012)

Wyatt, Erin. 2007. Reference in the School Library: Tapping in to Power Relation Inovation. www.nsls.com (diakses 5 April 2012)

Zabel, Diane. 2005. “Trends in Reference and Public Services Librarianhip and      The Rule of RUSA: Part one”. Reference and Users Quarterly, Vol.45, ed.   1. Hal 7-10 (www.proquest.com, akses 5 April 2012)

Zabel, Diane. 2005. “Trends in Reference and Public Services Librarianhip and      The Rule of RUSA: Part Two”. Reference and Users Quarterly, Vol.45,         ed. 2. Hal 104-107 (www.proquest.com, akses 5 April 2012)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 7 April 2012 by in Perpustakaan.
%d blogger menyukai ini: