Yona Primadesi

Membaca, Menulis, dan Berkarya

PRESERVASI PENGETAHUAN DALAM TRADISI LISAN MINANGKABAU

Pendahuluan

Masyarakat Minangkabau adalah sebutan untuk sekelompok masyarakat yang mendiami sebagian besar propinsi Sumatera Barat (minus Mentawai) yang meliputi kawasan seluas 18.000 meter persegi yang memanjang dari utara ke selatan di antara Samudera Indonesia dan gugusan Bukit Barisan. Masyarakat Minangkabau sangat terkenal dengan tradisi lisan kaba babarito yang mengungkap sesuatu pesan dari mulut ke mulut. Tradisi lisan masyarakat Minangkabau sangat kental dalam berbagai aspek kehidupan, sebagai contoh kebiasaan maota di lapau ( mengobrol di lepau) yang merupakan salah satu cara bagi laki-laki di Minangkabau untuk berkomunikasi dan bersosialisasi.

Dalam perkembangannya, tradisi lisan masyarakat minangkabau bisa dikelompokkan dalam empat ragam yang paling umum, yakni tradisi lisan dalam upacara adat yang cenderung bersifat formal, tradisi lisan yang berhubungan dengan pergaulan dalam masyarakat sehari-hari, tradisi lisan berupa mantra, dan tradisi lisan dalam bentuk seni pertunjukkan.

Semua bentuk tradisi lisan dalam masyarakat Minangkabau mengandung berbagai nilai seperti,  nilai yang bernilai religi, nilai yang bernilai sejarah, nilai adat dan kebiasaan masyarakat, nilai yang memiliki nilai-nilai kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, maupun informasi yang berisi silsilah atau keturunan sebuah keluarga dalam masyarakat.

Tradisi lisan tersebut telah ada sejak mulai terbentuknya komunitas masyarakat Minangkabau. Tradisi tersebut diturunkan dari generasi ke generasi. Sebagian besar tradisi lisan yang ada dalam masyarakat Minangkabau masih berupa pengetahuan yang bersifat tacit yang tersimpan dalam memori generasi tua. Sedikit sekali dari berbagai bentuk tradisi lisan tersebut yang berbentuk pengetahuan yang bersifat eksplisit dan terdokumentasikan dengan baik.

Sebagai contoh, tradisi lisan berupa pantun adat, sambah kato, barabab, badendang, atau barandai  hanya diketahui oleh beberapa orang saja, terutama generasi tua Minangkabau. Tradisi lisan tersebut bisa kita jumpai hanya pada beberapa kegiatan adat yang diselenggarakan dalam masyarakat. Fenomenan ini menyebabkan terbatasnya jumlah masyarakat yang mengetahui, memahami dan menguasai tradisi tersebut. Pewarisan tradisi pada umumnya dilakukan hanya pada orang-orang tertentu yang memiliki hubungan kekerabatan dengan pemilik pengetahuan.

Disamping itu, tradisi lisan sudah mulai ditinggalkan dan dilupakan oleh masyarakat Minangkabau. Selain disebabkan oleh wacana metanarasi yang membentuk opini masyarakat bahwa budaya lokal kurang bermakna, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat pesat serta minimnya transfer dalam tradisi lisan pun mempengaruhi eksistensi tradisi lisan dalam masyarakat minangkabau. Oleh karena itu, perlu dilakukan tindakan atau kegiatan dalam rangka menjaga dan melastarikan tradisi lisan tersebut. Kegiatan pelestarian tidak hanya sebatas menjaga bentuk tradisi lisan yang ada di masyarakat, akan tetapi juga nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi lisan tersebut.


Kesimpulan

Masyarakat Minangkabau sangat terkenal dengan tradisi lisan kaba babarito yang mengungkap sesuatu pesan dari mulut ke mulut. Semua bentuk tradisi lisan dalam masyarakat Minangkabau mengandung berbagai nilai informasi seperti,  informasi yang bernilai religi, informasi yang bernilai sejarah, informasi adat dan kebiasaan masyarakat, informasi yang memiliki nilai-nilai kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, maupun informasi yang berisi silsilah atau keturunan sebuah keluarga dalam masyarakat.

Akan tetapi yang menjadi permasalahan mengemuka saat ini, tradisi lisan sudah mulai ditinggalkan dan dilupakan oleh masyarakat Minangkabau. Selain disebabkan oleh wacana metanarasi yang membentuk opini masyarakat bahwa budaya lokal kurang bermakna, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat pesat serta minimnya transfer dalam tradisi lisan pun mempengaruhi eksistensi tradisi lisan dalam masyarakat minangkabau.

            Oleh karena itu, tradisi lisan masyarakat Minangkabau sangat perlu untuk dijaga dan dilestarikan, tidak hanya dalam konteks bentuk, akan tetapi juga dalam kontek nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi lisan tersebut.

Daftar Pustaka

Amir, Adriyetti. Penampil Wanita dalam Sastra Lisan Minangkabau. Horison No.   12/1995-4

Djamaris, Edwar. 1990. Pengantar Sastra Masyarakat Minangkabau. Jakarta:       Yayasan Obor             Indonesia

Elia, Fitria.  1996. Sirompak, Suatu Ragam dalam Tradisi Lisan Minangkabau.       Jogyakarta:      UGM press

Errington, K. Frederick. 1984. Manner and Meaning in West Sumatera : The  Social Context. New Heaven: Yale University Press

Faust, B. 2010. Implementation of Tacit Knowledge Preservation and Method  Transfer. Swiss: IAEA

Karsono. 2010. Preservasi Pengetahuan Nuklir. Jogyakarta: Seminar Nasional VI SDM Teknologi Nuklir

Ki-Zerbo, Joseph. 1990. Methodology and African Prehistory. Unesco

Mozour, Tom. 2010. Knowledge Preservation and Transfer Issues and Terminology. Swiss. IAEA.

Pudentia, Mpss. 2002. Dinamika Tradisi Lisan Nusantara. Jogyakarta: UGM         Press

Rhea, Zane Ma. 2004. The Preservation and Maintanance of The Knowledge of Indegeous Peoples and Local Communities. Melbourne: AARE Confreence

Vasina, Jan. 1985. Oral Tradition as History. [s.l]: James Currey PublisheR

Yusuf, Akhyar. 2011. Penganta Filsafat Ilmu Pengetahuan. Depok: Koeskoesan.

2 comments on “PRESERVASI PENGETAHUAN DALAM TRADISI LISAN MINANGKABAU

  1. Muhammad Fadli Caniago
    7 Februari 2012

    hm….
    kenapa pict, nya g kelihatan ya buk??
    tulisanya menarik dan mengusik diriku untuk membaca sampai selesai
    mantao

    • Yona "Abinaya" Primadesi
      7 Februari 2012

      he2….sory coy, tu langsung copy paste tanpa edit…gak taunya jd gitu!!
      masih banyak koq lanjutannya tulisan tu…
      pengen tau?? datang ke depok aja..
      oaky?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 23 Januari 2012 by in Naskah Minangkabau.
%d blogger menyukai ini: