Yona Primadesi

Membaca, Menulis, dan Berkarya

KARAKTERISTIK BAHASA BLURB SEBAGAI MEDIA PROMOSI

Karakteristik Bahasa Blurb Sebagai Media Promosi*

Dipublikasikan pada Seminar Nasional Bahasa Tahun 2005 dan

Harian Umum Singgalang Edisi Minggu, 2006

Pendahuluan

Perkembangan kebutuhan informasi dan ilmu pengetahuan sejak zaman dahulu dipengaruhi oleh banyak hal. Diantaranya yaitu dengan adanya kebutuhan kognitif manusia yang erat kaitannya dengan kebutuhan untuk memperoleh dan meanambah informasi. Perkembangan dan penyebaran informasi serta ilmu pengetahuan dipengaruhi oleh budaya lisan, hingga mulai munculnya budaya tulisan. Buku yang merupakan tulisan yang berisikan tentang ilmu, pengetahuan dan informasi mulai banyak dikenal, terlebuh sejak ditemukannya teknik cetak modern oleh Johan Guttenburg. Dengan demikian, penggadaan informasi, ilmu dan pengetahuan melalui buku menjadi semakin mudah dan optimal.

Akan tetapi yang menjadi kendala dalam transfer ilmu melalui media buku, selain karena minat baca masyarakat yang masih rendah, juga disebabkan oleh masih minimnya kegiatan promosi yang dilakukan oleh penerbit, sehingga buku tersebut kurang dikenal oleh khalayak. Salah satu upaya yang dilakukan oleh pihak penerbit yaitu dengan adanya blurb yang lebih variatif. Selain menampilkan synopsis isi dan biografi pengarang, pada blurb pun dapat kita jumpai komentar dari beberapa tokoh atau lembaga mengenai buku, baik kekurangan maupun kelebihannya

Yang menjadi permasalahan dalam penulisan makalah kali ini adalah bagaimana karakteristik bahasa Indonesia yang digunakan pada blurb, baik yang berupa synopsis isi, biografi pengarang,maupun komentar dari beberapa tokoh.

Kesan Pertama Ada Pada Sampul Buku

 The first impression mean everything. Demikian kalimat utama yang terpampang dalam salah satu website yang menawarkan jasa pembuatan sampul buku. Tulisan tersebut cukup  menyiratkan pesan bahwa desain sampul buku sangat penting bagi keberadaan sebuah buku. Sedemikian pentingnya hingga menyadarkan para penerbit bahwa pembeli buku kini tidak hanya sekedar tertarik pada isi buku yang dijelaskan, namun juga pada visualisasi sampul. Bahkan, seringkali sampul buku diposisikan sebagai pintu utama bagi calon pembeli untuk melihat lebih lanjut sebuah buku.

Hawe Setiawan, editor penerbit pustaka Jaya, mengungkapkan bahwa tidak dapat dipungkiri sampul buku telah menjadi etalase bagi sebuah buku dihadapan pembaca. Keberadaan sampul buku semenjak kemunculan pertama kali sejak dicetaknya kitab – kitab suci masih berfungsi sebatas sebagai pelindung isi naskah yang telah disatukan. Kini, ketika buku telah menjadi sebuah komoditas, cara menyajikan pelindung isi naskah pun telah berubah, fungsi keindahan dan nilai bisnis dari sebuah sampul buku menjadi perhatian utama penerbit.

Awalnya sampul buku dikaitkan dengan dengan fungsi penjilidan buku dan tidak memiliki elemen dekoratif. Sampul – sampul buku yang khusus baru muncul pada abad 19 di Inggris.

Di Indonesia sendiri, sampul buku mulai dikenal ketika masuknya buku – buku berjilid yang dibawa oleh orang – orang belanda. Tipografi didepan sampul masih sangat konvensional dengan tekhnologi huruf timah. Namun, lambat laun ketika tekhnologi desain grafis semakin berkembang, para pembuat sampul buku menjadi lebih kreatif menghasilkan beragam kreasi sampul.

                   Diawal tahun 1970-an misalnya, tekhnologi offset sudah memungkinkan penggunanya untuk memindahkan gambar pada sampul buku, bahkan untuk mencetak sebuah karya perupa seperti yang sudah dipraktikkan oleh salah satu penerbit diIndonesia. Dalam tekhnologi percetakan, desain grafis semakin terpacu oleh semakin ketatnya persaingan bisnis di dunia penerbitan buku. Dalam persaingan bisnis, para pelaku yang terlibat didalamnya berlomba untuk memasarkan produk agar konsumen berminat melihat dan membelinya. Kini, salah satu strategi dalam menjual buku adalah membuat tampilan fisik yang menarik, yaitu melalui desain sampul bukunya.

 Blurb Pada Sampul Buku

             Pada sampul buku terdapat dua komponen penting, sampul depan dan sampul belakang. Kedua komponen tersebut memiliki peranan yang sangat penting dalam upaya menarik pembaca serta mengundang rasa keingintahuan pembaca atas buku yang bersangkutan.

Pada sampul depan, dipaparkan mengenai judul buku, anak judul, penulis, atau penerbit serta tahun terbit atau lebih dikenal dengan impresum buku. Sedangkan pada sampul belakang buku dapat kita temui tulisan – tulisan tentang isi dari buku.

Tulisan – tulisan tersebut dapat berupa synopsis buku, biografi pengarang, atau komentar dari beberapa tokoh, baik dari segi isi, gayabahasa, tampilan ataupun sosok pribadi pengarang. Sampul belakang ini biasa juga disebut dengan wara atau blurb.

Blurb selain berfungsi sebagai daya tarik dan persepsi visual dari sebuah buku, juga merupakan bentuk komunikasi visual buku. Dengan adanya blurb, memungkinkan terjadinya komunikasi satu arah antara pengarang dan penerbit dengan pembaca.

Blurb Buku Di Indonesia

Di Indonesia mulai dirasakan adanya persaingan yang cukup tinggi di dunia penerbitan. Terbitan – terbitan dalam bentuk buku semakin meningkat baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Hal tersebut menjadi salah satu titik tolak dari penerbit untuk semakin gencar mempromosikan terbitannya kepada pembaca, salah satu media yang cukup efektif yaitu melalui blurb buku.

Blurb buku itu sendiri memang berusaha untuk menonjolkan berbagai kelebihan buku dan untuk mempengaruhi pembaca agar tertarik membaca buku tersebut.

Manssor – Niksolihin ( 1993:147 ) menyebutkan bahwa tulisan singkat mengenai isi buku yang terdapat pada sampul buku ditulis oleh pengarang atau disiapkan oleh penyunting atau petugas bagian promosi. Pada umumnya, pencantuman pada blurb dibuat setelah proses editing buku selesai dan naskah siap masuk kebahagian produksi untuk diproses penerbitannya. Saat ini blurb selain memuat tentang synopsis buku, boografi pengarang, juga berkembang dengan adanya pencantuman komentar – komentar dari tokoh – tokoh tertentu mengenai isi buku secara keseluruhan, baik dari segi isi,gayabahasa, tampilan, ataupun sosok pribadi  pengarang.

Sampul buku merupakan salah satu bentuk kegiatan promosi untuk menarik pembeli karena minat seseorang terhadap suatu buku dapat dipengaruhi oleh tampilan, seperti pemilihan warna, ukuran huruf yang digunakan, dan desain keseluruhan dari sampul buku. Sedangkan cara atau bentuk penyajian wara atau blurb baik dalam bentuk ringkasan atau synopsis buku maupun komentar tokoh tertentu pun dapat mempengaruhi pendapat pembaca tentang isi buku tersebut.

Pencantuman komentar tokoh pada buku dapat memberikan manfaat pada pembaca, antara lain :

  • Membantu memahami isi buku
  • Sebagai sarana promosi
  • Alat Bantu dalam kegiatan seleksi bahan pustaka

Menurut Tampubolon, untuk menemukan pikiran pokok, penyimpulan atau perumusan dugaan dan perkiraan tentang pokok pikiran yang diuraikan dalam sebuah buku, terdapat bagian – bagian yang perlu dibaca, yaitu daftar isi, pengantar, pendahuluan, abstrak, dan epilog, juga terdapat tambahan bahwa penjelasan umum yang singkat tentang pikiran pokok terdapat pada kulit luar bagian dalam dan bagian belakang.

Selain untuk memahami isi buku, sarung buku juga sebagai media promosi. Mansoor – Niksolihin (1993) menyatakan bahwa dengan membaca komentar tokoh yang terdapat pada blurb para pembaca diharapkan tertarik untuk membeli buku.

Sebelum buku tersebut terbit, sarung atau sampul buku sudah dibuat terlebih dahulu dan dapat langsung dikirimkan ke toko buku atau tempat promo lainnya yang strategis untuk mengingatkan calon pembaca bahwa akan segera terbit sebuah buku baru.

Pentingnya jaket atau sampul tercetak berfungsi sebagai salah satu dari enam hal yang menyangkut promosi yang diinginkan oleh sebuah penerbitan.

Jaket atau sampul tercetak tidak lebih dari hanya “ penangkap mata “, akan tetapi jika perhatian calon pembaca sudah tertangkap, untuk kemudian ingin mengetahui lebih banyak tentang buku tersebut. ( Datus, 1992 )

Informasi yang biasanya terkandung didalam komentar tokoh pada blurb memberikan sumbangan penting bagi penjualan. Komentar tokoh yang terdapat pada blur penting, karena :

  • Sebagai sarana dan daya tarik promosi buku
  • Untuk mendongkrak penjualan
  • Alat Bantu seleksi bahan pustaka

Karakteristik Bahasa dalam Blurb

Secara umum, fungsi bahasa merupakan sebagai alat komunikasi (Nababan, 1993). Dengan bahasa seseorang dapat menyampaikan informasi, ajakan, atau seruan kepada orang lain. Demikian pula halnya dengan  bahasa Blurb.

Secara garis besar, bahasa yang digunakan dalam blurb merupakan bahasa yang dapat mengkomunikasikan maksud dan keinginan dari pengarang serta penerbit, sesuai dengan kaidah tata bahasa Indonesia yang berlaku, akan tetapi untuk beberapa kasus terdapat berbagai penyimpangan pemakaian bahasa.

Penggunaan bahasa dalam blurb,  bersifat :

  1. Singkat, padat, jelas, sederhana dan lugas.

Hal ini sangat dipengaruhi oleh keterbatasan ruang pada blurb, serta latar belakang pembaca yang bersifat heterogen. Oleh karena itu penerbit harus mampu mengkomunikasikan isi buku, kekurangan dan kelebihannya dengan menggunakan bahasa yang singkat, padat, jelas, sederhana, dan lugas sehingga dapat dikonsumsi oleh pembaca dari semua lapisan sosial dan tingkat intelektual yang berbeda.

  1. Menarik

Dengan membaca blurb, diharapkan akan menimbulkan minat ataupun keinginan untuk mengetahui lebih banyak lagi tentang buku tersebut. Oleh karena itu, bahasa blurb harus disajikan dengan semenarik mungkin.

  1. Mudah dipahami

Synopsis, biografi, ataupun komentar yang disajikan diharapkan mampu dipahami dengan mudah oleh pembaca. Sehingga fungsi blurb sebagai media promosi pun dapat dipenuhi. Pembaca dapat menangkap maksud tulisan pada blurb, meski pada kesempatan yang sangat terbatas.

Blurb yang berupa synopsis buku atau biografi pengarang, pada umumnya dalam pemakaian bahasa, bersifat lebih fomal serta sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang berlaku. Hal ini pun berhubungan dengan kemampuan penggunaan bahasa dari pihak editor dan pihak penerbit, karena blurb yang berupa synopsis isi dan biografi pengarang disediakan oleh pihak penerbit untuk kemudian di edit oleh pihak editor penerbitan. Berbeda dengan blurb yang mencamtumkan komentar dari beberapa tokoh atau lembaga yang relevansi dengan isi buku. Pada bagian ini, bahasa yang digunakan lebih variatif, tidak berpedoman apada Ejaan Yang Disempurnakan. Hal ini dilatarbelakangi oleh penggunaan bahasa oleh para tokoh yang memberikan komentar.

Tak jarang pada blurb yang memapakan komentar dari para tokoh ini kita jumpai beberapa singkatan atau akronim, penggunaan bahasa atau istilah asing, penggunaan bahasa daerah yang belum lazim dalam konteks bahasaIndonesia, pola kalimat yang tidak sesuai dengan kaidah berbahasa yang baik, serta pilihan kata yang terkesan seenaknya.

Kesalahan-kesalahan yang terjadi bukan tidak diketahui oleh pihak editor, akan tetapi lebih bersifat disengaja. Hal ini dimaksud agar informasi yang ingin disampaikan lebih mudah dipahami dan dimengerti oleh halayak. Sesuai dengan salah satu fungsi blurb, sebagai media promosi buku

Kepustakaan

Andwiatwani, Eri. 24 Oktober 2003. 17 Mei Sebagai hari buku Nasional :   www.yahoo.com

Arikunto, Suharsini. 1998. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek.Jakarta: Rineka Putera

Brook, G.L. 1980. Books and Book Collecting.London: Grafton Book

Basuki, Sulistyo. 1993. Pengantar Ilmu Perpustakaan.Jakarta: Gramedia

Buldan. 11 Juli 2003. Menelisisk Jejak sampul buku. www.kcm.co.id

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1995. Kamus Besar Bahasa Indonesia.Jakarta: Balai Pustaka

Effendy, Onong Uchjana. 1984. Ilmu Komunikasi Praktek dan Teori.Bandung: Remaja Rosdakarya

Nazir, Muhamad. 1999. Metoda Penelitian.Jakarta: GhaliaIndonesia

Rakhmat, Jalaluddin. 1999. Metoda Penelitian Komunikasi.Bandung: Remaja Rosdakarya

Sani, Asrul. 25 April 2000. Hilangnya Kebiasaan Membaca . www.kompas.com  

Sontani, Tatang Utuy. 16 Agustus 2003. Kover Buku, galeri Perupa. www.goegle.com

Tarigan, Henry Guntur. 1994. Membaca Sebagai Suatu Ketrampilan  Berbahasa. Bandung: Angkasa

Taryadi, Alfons. 1999. Buku Dalam Indonesia Baru.Jakarta : Yayasan OborIndonesia

Tinarbuko, Sumbo. 10 Juni 2000. Desain Grafis Sampul Buku .www.kcm.co.id

 Yusuf, Pawit. M . 1995. Pedoman Praktis mencari Informasi.Bandung: Remaja Rosdakarya

Jalo in the mOrNing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 8 Desember 2011 by in Perpustakaan.
%d blogger menyukai ini: